
Sebuah perjalanan yang melelahkan.
Aku (Safni), Ridel, Imen dan Jamal, pergi ke bangkinang untuk mencari bahan Penelitian Ku. Ikan Baung (Macrones sp).
Dibantu oleh warga setempat, kamipun bermalam di rumahnya (lupa nama orang di maksud).
Malam itu kami sangat kepayahan dibuatnya, habis satu cerita nyambung cerita lain. Dari cerita bisnis sampai kisah dia pacaran dengan isteri.
Kurang lebih jam 02.00 kami baru tidur, itu karena mesin Genset (Diesel utk listerik) kehabisan minyak. kalau tidak...entahlah.
Aku, Ridel, Imen dan Jamal masuk menuju kamar tidur (walaupun Bapak itu suka bual, teapi dia baik) kami disediakan kamar dan kasur empauk, walau udah bekas. Kami tertidur pulas sekali.
Namun dalam suasana subuh aku terkejut, ada suara riuh (ribut) anak.
"Apo tu" dengan logat bangkinang nya.
"Kaki uyang" kata yang satunya
"Iyo" begitu seterus dialognya
"Ado Uyang dimakan imau (harimau maksudnya)
Aku dengar lebih teliti dengan cemas, maklum kalau aku dimakan harimau, batal sarjananya.
Tapi Ridel malah tertawa cekikikan.
"Itu kaki Imen tinggal di luar"
Rupanya Bapak punya 2 orang anak perempuan yang masih Sekolah Dasar SD, kaget lihat kaki iman nyandar dipintu kamar.
wah................
Begitulah kisah photo di atas, sayang sekali photo imen dan jamal tidak aku dapatkan.
Selanjutnya kami pulang, ikannya tak dapat....................................???
Cerita ini asli, mudah2an teman-teman masih ingat, terima kasih semua....
ReplyDelete