Seorang pria
yang diyakini sebagai produser film Innocent of Muslims Nakoula Basseley
Nakoula secara sukarela bersedia memberikan keterangan kepada pihak
berwenang. Nakoula pun kini akan diperiksa terkait dengan pelanggaran
masa hukuman percobaan.
"Dia (Nakoula) akan diperiksa oleb petugas badan penyelidikan federal
(FBI). Dia tidak diborgol karena dia menyerahkan diri secara sukarela,"
ujar Juru bicara Kepolisian Los Angeles, seperti dikutip The Guardian, Sabtu (15/9).
Namun polisi menegaskan, dia tidak ditahan. Nama Nakoula Basseley
Nakoula muncul setelah FBI menyimpulkan hasil penyelidikan yang mereka
lakukan atas keberadaan film yang dinilai merendahkan Islam dan Nabi
Muhammad.
Tidak dijelaskan apakah Nakoula yang berusia 55 tahun itu menjadi
target penyelidikan dari kematian Dubes AS Chris Stevens dan tiga orang
stafnya di Libya. Sementara Jaksa Agung Eric Holder memastikan, pihak
Kementerian Kehakiman sudah membuka penyelidikan atas kematian Dubes
Stevens di Benghazi, Libya.
Nakuola diketahui divonis bersalah atas kasus penipuan sebuah bank
sebelumn akhirnya film kontroversial buatannya muncul dan memancing
kemarahan umat Muslim di Timur Tengah. Sementara itu dalam produksi film
tersebut Nakuola menyamar sebagai sosok Sam Bacile.
Menurut pengakuan Nakoula kepada Associated Press, Islam
baginya bak penyakit kanker sehingga film tersebut diproduksi untuk
memberikan pernyataan politik provokatif. Selama ini Nakoula menolak
dirinya dan Sam Bacile adalah sosok yang sama. Namun saat Associated Press melakukan
wawancara melalui telepon dengan sosok Bacile, mereka mengetahui bahwa
lokasi telepon itu tak lain adalah alamat Nakoula.
Pengadilan federal kabarnya akan mendakwa Nakoula dengan pasal pidana
tahun 2010 atas perbuatannya yang memalsukan banyak identitas. Beberapa
identitas Nakoula lainnya adalah Nicola Bacily, Robert Bacily, Erwin
Salameh dan sejumlah nama lainnya.
No comments:
Post a Comment